Sejarah Singkat :
·
1869: Kawasan ini
menderita kerugian besar akibat kebakaran hebat. Tanah seluas kira-kira 30.000
meter persegi dibebaskan dari perumahan penduduk agar api tidak menjalar ke
pusat kota Tokyo bila terjadi lagi kebakaran besar.
·
1870: Di atas tanah kosong
tersebut, Kaisar Meiji memerintahkan pembangunan
kuil yang dipercaya bisa memadamkan api (鎮火社, chinkasha).
Pada zaman Edo,
penduduk setempat salah mengerti, dan mengira di kuil tersebut dipuja dewa
Akiha Daigon-gen yang menurut orang Jepang Tengah dan Timur dipercaya dapat
memadamkan api. Selanjutnya, orang menyebut kuil dan lokasi di sekitarnya
sebagai Akiba-sama atau Akiba-san (Tuan Akiba). Tanah kosong (bahasa
Jepang: hara) di sekeliling kuil lalu dibebaskan dari bangunan agar
api tidak menjalar bila terjadi kebakaran. Nama lokasi ini kemudian berubah
menjadi Akihabara (tanah kosong di sekeliling Akiba-sama), dan
kuil Chinkasha ikut dikenal orang sebagai kuil Akiba.
·
1888: Kuil Chinkasha
dipindahkan ke Matsugaya, dekat Asakusa, dan namanya
secara resmi diganti menjadi Akiba-jinja (Kuil Akiba).
·
1890: Jalur kereta api
yang sekarang disebut Jalur Utama Tōhoku diperluas
dari Ueno ke Akihabara. Sebelumnya belum
ada stasiun kereta api di Akihabara. Di selatan Akihabara adalah dok kargo,
tempat dikapalkannya barang-barang dari luar negeri.
·
Dari zaman Meiji hingga zaman Showa,
transportasi ke Akihabara makin mudah setelah jaringan kereta rel listrik semakin
meluas. Di kawasan Akihabara dan sekelilingnya juga makin ramai dengan
toko-toko. Kawasan ini kemudian ditetapkan sebagai pasar buah dan sayuran (seika
ichiba).
·
1925: Jalur
Akihabara-Stasiun Tokyo dibuka setelah Jalur Tohoku diperluas
hingga ke Tokyo.
·
1930: Stasiun
Kereta Bawah Tanah Manseibashi dibuka, namun berhenti
beroperasi pada bulan November 1931.
·
1935: Di Akihabara dibuka
secara resmi pasar buah dan sayur Kanda Seika Ichiba.
·
1936: Lokasi bekas Stasiun Manseibashi ditutup.
Penggemar kereta api mencapai puncaknya di Jepang. Di lokasi ini nantinya
didirikan Museum Transportasi (sudah tutup, sekarang tidak ada lagi). Kawasan
ini berubah menjadi lokasi pusat belanja elektronik nomor satu.
·
Seusai
Perang Dunia II (1945-1955), di Kanda muncul pasar
gelap di sekitar sekolah manufaktur listrik I (sekarang Universitas
Tokyo Denki). Di pasar gelap yang menempati pinggiran rel kereta
api Jalur Utama Sōbu bermunculan
toko-toko yang menjual tabung vakum dan suku cadang radio dan
elektronik kepada pelajar. Toko-toko elektronik seperti ini di Jepang disebut
toko musen atau toko radio karena mereka awalnya hanya menjual
radio.
·
1960-an:
Jepang mencapai kemajuan tinggi dalam bidang elektronika. Pesaing Akihabara
dibangun di Nipponbashi, Osaka. Nipponbashi tidak
jauh berbeda dari Akihabara, sama-sama menjual barang-barang elektronik
konsumen seperti televisi, lemari es, dan mesin cuci.
·
1980-an:
Meluasnya komputer pribadi di rumah-rumah yang
dikenal di Jepang sebagai ("famikon") membuat toko-toko di Akihabara
mulai menjualpermainan video, dan toko-toko berantai yang
berafiliasi dengan produsen permainan video mulai bermunculan.
·
1989: Pasar Buah dan Sayur
Kanda dipindah ke Ōta-ku, di selatan Tokyo.
·
1990-an:
Pengecer elektronik besar seperti Yamada Denki dan Kojima melakukan
ekspansi ke pinggiran kota, mendekati rumah-rumah tinggal konsumen. Sebagai
akibatnya, penjualan barang-barang elektronik konsumen merosot secara tajam.
Namun sebagai penggantinya, penjualan barang-barang komputer meningkat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar